Kamis, 30 Desember 2010

Receivable Budget

1. Anggaran Piutang (receivable Budget) ialah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah piutang perusahaan beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.

2. Manfaat anggaran piutang: Secara umum anggaran termasuk anggaran piutang mempunyai 3 kegunaan pokok yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja, serta sebagai alat pengawasan kerja yang membantu management dalam memimpin jalannya perusahaaan. Namun kegunaan secara khususnya yaitu sebagai dasar dalam penyusunan anggaran kas, karena penagihan-penagihan piutang tersebut merupakan pemasukkan kas.

3. Hal-hal yang bisa ditunjukkan dengan adanya anggaran piutang adalah : a.Menunjukkan besarnya piutang yang terjadi dari waktu ke waktu karena perusahaan mengadakan penjualan secara kredit.
b. Menunjukkan besarnya piutang yang tertagih dari waktu ke waktu
c. Menunjukkan besarnya piutang yang belum tertagih dari waktu kewaktu selama periode yang akan datang.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penyusunan anggaran piutang : agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik, maka taksiran-taksiran yang termuat di dalamnya harus cukup akurat, sehingga tidak jauh berbeda dengan realisasinya nanti. Adapun factor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunanan anggaran piutang antara lain :
1. Anggaran penjualan
2. Keadaan persaingan pasar
3. Posisi perubahan dalam persaingan
4. Syarat pembayaran ( term of payment) yang dilakukan oleh perusahaan
5. Kebijakan perusahaan dalam penagihan piutang
6. Rencana perusahaan untuk melakukan penjualan-penjualan secara kredit aktiva-aktiva
Lain, selain barang-barang hasil produksinya.

Perusahaan juga dapat menawarkan jangka waktu kredit yang lebih lunak. Sebagai contoh perusahaan retailer dan otomobil sering menawarkan tingkat bunga kredit yang rendah sampai dengan akhir periode akuntansi. Volume penjualan yang meningkat menyebabkan laba tahun berjalan tinggi namun arus kas menurun karena arus kas masuk kecil akibat penjualan kredit dan potongan harga. Oleh karena itu, aktivitas manajemen penjualan menyebabkan arus kas kegiatan operasi periode sekarang menurun dibandingkan level penjualan normal dan pertumbuhan abnormal dari piutang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar